Kanker Usus Besar

Kanaker usus besar adalah kanker yang paling sering terjadi di dunia dengan hampir 1,4 juta kasus baru di diagnosa pada saat tahun 2012.





Usus besar  adalah bagian terakhir dari sistem pencernaan yang berfungsi sebagai saluruan pembuanga kotoran dalam tubuh. Kanker kolorektal terjadi ketika adanya pertumbuhan sel kanker pada bagian akhir sistem pencernaan, ini yang termasuk usus, anus atau rektum, dan usus buntu. Meskipun penyakit ini bisa terjadi atau menyerang segala usia, namun 90% penderitanya adalah lansia. Sebagian besar kanker usus ini terjadi karena di awali pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil yang sering di sebut dengan polip adenoma. Gumpala tersebut kemudian menyebar dengan tidak terkendali dengan seiring waktu.

Seperti kanker yang lain kanker kolorektal terjadi saat adanya pertumbuhan sel abnormal di area usus bersar dan rektum sehingga menyebabkan tumor atau polip. Kanker kolorektal bisa juga di sebabkan oleh kanker lain yang menyebar ke usus besar atau rektum.Kebanyakan kanker kolorektal merupakn adenokarsinoma, yaitu kanker yang di mulai dari sel-sel penghasil dan pelepas lendir dan cairan lainnya. Kanker ini mulai di sel yang membentuk kelenjar penghasil lendir yang mengelumasi bagian dalam dinding usus besar dan rektum.

Pada tahap awal polip kolorektal bisa tidak terdeteksi dan tidak menimbulkan gejala. Namun ketika polip berkembang menjadi tumor yang besar anda bisa saja mengalami diare atau sembelit, anda merasakan buang air besar anda tidak sepenuhnya tuntas, feses berdarah, sering mengalami nyeri atau karam perut atau sering merasakan kenyang/ kembung, berat badan turun tanpa ada alasan yang pasti, sering lelah walau tanpa ada aktivitas, mual dan muntah.

Kanker usus besar di indonesia menempati urutan ke 3,karena mengalami peningkatan yang sangat tinggi yang di sebabkan oleh pola makan orang indonesia yang terlalu tinggi lemak da terlalu sedikit serat. Namun selain itu jika anda memiliki faktor seperti anda pernah terkena polip atau kanker kolorektal di masa lalu, memiliki riwayat keluarga yang terkait kanker kolorektal atau polip, memiliki sindrom kanker usus besar anda harus segaera melakuknan skrining lebih dini pada usia muda.

Setiaporang bisa mengalami kanker dengan berbeda-beda. anda bisa saja tidak mengalami gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda dengan orang lain, salah satu gejala umum yang terjadi pada penderita kanker kolorektal adalah perasaan sakit umum dan kesulitan buang air besar.

Kanker terjadi ketika mutasi genetik, yang di mana sel-sel DNA di areea tubuh tertentu tumbuh secara tidak terkendali dan bersifat merusak. Mutasi kanker usus besar ini di duga keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan memiliki kanker usus besar akan sangat mudah berisiko terkena kanker usus besar.

  • Ada dua jenis kanker usus besar yang termasuk atau bersifat keturunan :

  • Hereditary nonpolypolis colorectal cancer ( HNPCC )

kelainan ini di kenal dengan nama sindrom linch. Seseorang dengan sindrom linch akan berisiko tinggi terkena kanker usus besar sebelum usia di atas 50 tahun.


  • Familial adenomatous polyposis ( FAP )

familial adenomatous polyposis adalah penyakit langka yang menyebbabkan timbulnya ribuan benjolan kecil pada dinding usus besar dan rektum. Seseorang yang terkenan FAP berrisiko terkena berkali-kali untuk menderita kanker usus besar bahkan sebelum usia di bawah 40 tahun.

Meski kadang penyebabnya tidak di ketahui.

Artikel Terkait Kanker Usus Besar :

Diberdayakan oleh Blogger.